motivasi dapat diartikan dorongan atau support dari diri seseorang untuk mencapai maksud atau tujuan tertentu, motivasi berasal dari kata movere yang artinya menggerakkan (Moekijat, 1990). Istilah motivasi, seperti halnya kata emosi, berasal dari bahasa latin, yang berarti bergerak. Mempelajari motivasi, sasarannya adalah mempelajari penyebab atau alasan yang membuat kita melakukan apa yang kita lakukan. Motivasi merujuk pada suatu proses dalam diri manusia yang menyebabkannya bergerak menuju tujuan, atau bergerak menjahui situasi yang tidak menyenangkan (Wade dan Carol, 2007).
Motivasi juga ada yang mengatakan dari kata motif. Kata motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkahlaku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu.
Menurut Winardi (2004), motivasi adalah suatu kekuatan potensial yang ada di dalam diri seorang manusia, yang dapat dikembangkannya sendiri atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang pada intinya berkisar sekitar imbalan moneter dan imbalan non moneter, yang dapat mempengaruhi hasil kinerjanya secara positif atau secara negatif, hal mana tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang yang bersangkutan. Gray dan Frederic dalam Winardi (2004), motivasi adalah hasil proses-proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang individu, yang menimbulkan sikap antusias dan persistensi untuk mengikuti arah tindakan-tindakan tertentu.
Tentang motivasi manusia menunjukkan arti penting dari dorongan “bawaan” kita, khususnya dorongan yang berhubungan dengan seksualitas dan agresi. Sebaliknya, psikologi sosial lebih memepertimbangkan sederetan kebutuhan dan keinginan manusia. Psikologi sosial juga menekankan cara dimana situasi dan hubungan sosial tertentu dapat menciptakan atau menimbulkan kebutuhan. Intinya, adanya situasi dapat menciptakan atau menimbulkan kebutuhan yang pada gilirannya menyebabkan orang melakukan suatu perilaku untuk memenuhi kebutuhan itu (Taylor, et all, 1997).
teori hirearki maslow membagi motivasi ada beberapa tingkatan
- kebutuhan fisiologis (sandang, pangan, papan, seksual, dan lainnya)
- kebutuhan fsikologis (rasa aman)
- kebutuhan sosiologis (berkelompok/berorganisasi, bergaul dengan orang banyak)
- kebutuhan penghargaan, Kebutuhan-kebutuhan ini dapat diklasifikasikan dalam dua perangkat tambahan, pertama yakni keinginan akan kekuatan, prestasi, kecukupan, keunggulan dan kemampuan, kepercayaan pada diri sendiri dalam menghadapi dunia serta kemerdekaan dan kebebasan. Kedua yakni memiliki apa yang disebut hasrat akan nama baik atau gengsi, prestise, status, ketenaran dan kemuliaan, dominasi, pengakuan, perhatian, arti yang penting, martabat, atau apresiasi.
- kebutuhan aktualisasi diri, yakni kecenderungan untuk mewujudkan diri sesuai dengan kemampuannya. Kebutuhan akan aktualisasi diri meliputi kebutuhan untuk mewujudkan diri yaitu kebutuhan mengenai nilai-nilai kepuasaan yang didapat dari pekerjaan.
Faktor Pembentuk Motivasi
Menurut Rogers (1985) parameter dalam pengukuran status sosial ekonomi adalah kasta, umur, pendidikan, status perkawinan, aspirasi pendidikan, partisipasi sosial, hubungan organisasi pembangunan, pemilikan lahan, pemilikan sarana pertanian serta penghasilan sebelumnya.
Petani
Petani adalah setiap orang yang melakukan usaha untuk memenuhi sebagian atau seluruh kebutuhan hidupnya di bidang pertanian dalam arti luas yang meliputi usahatani pertanian, peternakan, perikanan dan pemungutan hasil laut. Peranan petani sebagai pengelola usahatani berfungsi mengambil keputusan dalam mengorganisir faktor-faktor produksi yang diketahui (Hernanto, 1993). Dan menurut Mosher (1981) petani merupakan orang yang menjalankan usahatani mempunyai peran yang jamak (multiple roles) yaitu sebagai manajer, sebagai juru tani dan sebagai kepala keluarga.
Petani adalah 1) Seseorang yang bekerja pada atau mengoperasikan sebuah peternakan, 2) Seseorang yang telah dibayar dan berhak untuk mengumpulkan dan mempertahankan pendapatan atau keuntungan, dan 3) Seorang sederhana, dan orang tidak canggih (Dictionary, 2008).
Adiwilaga (1982), menyatakan bahwa petani adalah orang-orang yang melakukan kegiatan bercocok tanam hasil bumi atau memelihara ternak dengan tujuan untuk memperoleh kehidupan dan kegiatannya. Sedangkan menurut Samsudin (1982) petani adalah mereka yang sementara waktu atau tetap menguasai sebidang tanah pertanian, menguasai suatu cabang usahatani atau beberapa cabang usahatani dan mengerjakan sendiri maupun dengan tenaga bayaran. Menguasai sebidang tanah diartikan sebagai penyewa, bagi hasil (penyakap) atau pemilik.
0 komentar:
Poskan Komentar