Mengenai Saya

Foto saya
sanggau, kalimantan barat, Indonesia
seorang penyuluh pertanian lapangan yang pengen pinter.ter...ter.

salam

assalamualaikum wr. wb.
selamat datang!
jangan kaget masih dalam tahap belajar!

Selasa, 28 September 2010

JARING SANG JUARA UNTUK JADI JUARA

Bogor, (29/9) Panitia seleksi calon peserta delegasi/kontingen Musayawarah Nasional (Munas) XV dan Temu Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Tekmanas) Himpunan Mahasiswa Penyuluh Pertanian Indonesia (Himappi) mengadakan penjaringan minat dan bakat bagi seluruh mahasiswa STPP Bogor guna memilih bibit unggul untuk mewakili peserta kontingen yang akan diberangkatkan ke STPP Saree Aceh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.


 

Tenis meja salah satu cabang lomba yang paling banyak diminati oleh peserta seleksi

 

Kegiatan seleksi diadakan secara bertahap dan berlangsung selama dua hari, yakni dilakukan pada masing-masing jurusan dalam hal ini Jurusan Penyuluhan Pertanian dan Jurusan Penyuluhan Peternakan pada tanggal 28/09/2010 (kemarin), serta hari ini rabu 29/9 akan mempertemukan unggulan masing-masing tiap jurusan yang akan di prediksi bakal ketat penjaringannya.

Seleksi ini dilakukan guna memilih peserta kontingen yang akan mewakili STPP Bogor untuk mengikuti kegiatan Munas dan Tekmanas Himappi yang akan dilaksanakan di STPP Saree pada 27 Oktober – 02 November 2010. Adapun cabang lomba yang diikuiti berjumlah 13, diantaranya bidang penalaran dan keilmuan (karya tulis ilmiah, jurnalistik, penyuluhan tepat guna, peta singkap, folder, poster, dan majalah dinding) dan bidang minat dan bakat (tenis meja, badminton, sepak takraw, catur, pop song, dan MTQ).

STPP Bogor merupakan juara bertahan yang disegani oleh STPP-STPP lainnya dalam kegiatan Tekmanas ini, guna mempertahankan hal tersebut maka peserta yang akan dikirim ke Saree haruslah yang memiliki kompetensi memadai. Untuk mencapai target tersebut salahsatunya dilakukan seleksi antar Mahasiswa yang akan menjadi peserta, sehingga akan dapat terlihat bakat-bakat calon peserta yang akan terpilih, selain itu kegiatan seleksi ini juga bermanfaat guna memanam sikap fair flay pada setiap individu-individu Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor.

"Dari sekian banyak mahasiswa yang mengikuti seleksi tersebut, akan dipilih dan dikerucutkan menjadi 17 orang saja yang akan diberangkat untuk mengikuti kegiatan tekmanas, selanjutnya calon peserta akan akan masuk training centre guna memantapkan skill atau keterampilannya," demikian dikatakan oleh Gani selaku ketua BEM STPP Bogor(iza).

 



 


 


 


 


 


 


 


 

Ragam kegiatan minat dan bakat yang di lombakan


 


 

Nama         : Iza kurniawi/ 04.1.07.0472

Jurusan     : Penyuluhan Pertanian STPP Bogor

Rabu, 25 Agustus 2010

cara segar saat puasa

kita merasa lemas saat puasa, mungkin anda juga begitu kali ya? sekarang jangan kwatir, berikut tips agar tidak lemas saat berpuasa plus nambah bonus pahala
  • makan sahur jangan sampai kebanyakan, hindar
i makan sahur terlalu kenyang dan jangan makan yang manis-manis saat sahur karena bisa nambah haus
  •  istirahat yang cukup, tidur malam jangan terlalu larut, serta jangan kebanyakan tidur disiang hari
  • jangan lupa minum multivitamin biar badan selalu terasa fresh gitu
  • jangan kebanyakan ngegosip, banyak gosip ngurangi faedah puasa serta energi banyak terkuras tidak karuan
  • jalani aktivitas seperti biasa, jangan puasa dijadikan alasan untuk bermalas-malasan
  • hindari selalu untuk melihat jam, kalau udah sampai magrib ya pasti ada adzan magrib jadi santai aja
nah begitulah kira-kira beberapa kiat agar tetap segar saat berpuasa, selamat mencoba!

sehat selalu

wacana cekza

Selasa, 24 Agustus 2010

Metode Penyuluhan Pertanian

Metode Penyuluhan Pertanian, dapat diartikan sebagai "Cara-cara penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui media komunikasi oleh penyuluh kepada petani beserta keluarganya".

Pada prinsipnya metode penyuluhan dapat digolongkan sesuai dengan macam-macam pendekatannya (Suriatna, Sumardi, 1987) :

  1. Dilihat dari segi komunikasi. Metode penyuluhan dapat digolongkan kedalam 2 (dua) golongan yaitu :
    1. Metode-metode yang langsung (direct Communication/face to face Communication), dalam hal ini penyuluh langsung berhadapan muka dengan sasaran, contoh: obrolan ditempat peternakan, dirumah, dibalai desa, di kantor, dalam kursus tani, dalam penyelenggaraan suatu demonstrasi dan lainnya.
    2. Metode-metode yang tidak langsung (indirect Communication),     dalam hal ini penyuluh tidak langsung berhadapan secara tatap muka dengan sasaran, tetapi dalam menyampaikan pesannya melalui perantara (media)
  2. Penggolongan berdasarkan pendekatan kepada sasaran. Penggolongan ini berdasarkan hubungan jumlah dan penggolongan dari pada sasaran adalah :
    1. Metode berdasarkan perorangan. Dalam hal ini para penyuluh berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan, contoh : kunjungan ke rumah petani, ataupun petani berkunjung ke rumah penyuluh dan ke kantor, surat menyurat secara perorangan, demonstrasi, belajar perorangan, belajar praktik, hubungan telpon
    2. Metode dengan pendekatan kelompok. Dalam hal ini penyuluh berhubungan dengan kelompok sasaran, seperti : pertemuan (contoh : di rumah, di saung, di balai desa, dan lain-lain), perlombaan, demonstrasi cara/hasil, kursus tani, musyawarah/temu lapang/diskusi kelompok/temu karya, magang/karyawisata, hari lapangan petani (farm field day).
    3. Metode dengan pendekatan massal. Dalam hal ini penyuluh menyampaikan pesannya secara langsung maupun tidak langsung kepada sasaran dengan jumlah banyak secara sekaligus, contoh: rapat (pertemuan umum), siaran pedesaan melalui radio/TV, pemuatan film/slide, penyebaran bahan tulisan (brosur, leaflet, folder, booklet dan sebagainya), pemasangan poster dan spanduk, pertunjukan Kesenian

Penyuluhan Partisipatif

Metode penyuluhan pertanian partisipatif yaitu masyarakat berpartisipasi secara interaktif, analisis-analisis dibuat secara bersama yang akhirnya membawa kepada suatu rencana tindakan. Partisipasi disini menggunakan proses pembelajaran yang sistematis dan terstruktur melibatkan metode-metode multidisiplin, dalam hal ini kelompok ikut mengontrol keputusan
lokal (BBPP Lembang).

Berdasarkan atas UU SP3K pasal 26 ayat 3, dikatakan bahwa "Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui mekanisme kerja dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi pelaku utama dan pelaku usaha".

Hal-hal yang berkaitan dengan penyusunan PRA antara lain penyuluhan pertanian, metode, dan teknik penyuluhan seperti demplot, wawancara, anjangsana, pendekatan kelompok dan pendekatan individu. Penyuluh partisipatif merupakan pendekatan penyuluhan dari bawah ke atas (bottom up) untuk memberikan kekuasaan kepada petani agar dapat mandiri, yaitu kekuasaan dalam peran, keahlian, dan sumberdaya untuk mengkaji desanya sehingga tergali potensi yang terkandung, yang dapat diaktualkan, termasuk permasalahan yang ditemukan (Suwandi, 2006).

Metode penyuluhan pertanian partisipaif yaitu masyarakat berpartisipasi secara interaktif, analisis-analisis dibuat secara bersama yang akhirnya membawa kepada suatu rencana tindakan. Partisipasi disini menggunakan proses pembelajaran yang sistematis dan terstruktur melibatkan metode-metode multidisiplin, dalam hal ini kelompok ikut mengontrol keputusan lokal.

Dengan pelatihan metode penyuluhan pertanian partisipatif, para penyuluh pertanian akan termotivasi untuk menggali keberadaan sumber informasi pertanian setempat yang mudah diakses oleh yang memerlukan, baik penyuluh maupun petani. Pelatihan juga akan mendorong inisiatif positif para penyuluh pertanian dan petani, melalui pendekatan partisipatif untuk mendapatkan solusi permasalahan usahatani di lapangan (BBPP Lembang, 2009).

Metode penyuluhan

Metode Demonstrasi

Pengertian

Mohon jangan diartikan unjuk rasa J Demonstrasi disini merupakan peragaan suatu teknologi (bahan, alat, atau cara) atau hasil penerapannya secara nyata yang dilakukan oleh demonstrator kepada sasarannya (petani, kalau bidangnya pertanian).

Demonstrasi merupakan salah satu metode Penyuluhan Pertanian yang dilaksanakan untuk menunjukan suatu cara atau pembuktian suatu hasil usahatani yang lebih baik (Suriatna, 1987)

Demonstrasi area/Dem area atau demonstrasi usahatani gabungan kelompok merupakan demonstrasi usahatani yang dilakukan secara bersama antara kelompoktani-nelayan dalam satu wilayah (hamparan/domisili) yang tergabung dalam satu gabungan kelompoktani-nelayan. Luas usahatani yang didemonstrasikan seluas usahatani yang dimiliki oleh gabungan kelompok dalam satu hamparan/unit usaha. (Deptan, 2003).

Minggu, 21 Maret 2010

Kompetensi penyuluhan pertanian

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Awal tahun 2010 telah di tandatangani perjanjian kerjasama antara ASEAN dan China untuk mengadakan perdagangan bebas di wilayah negara-negara tersebut. Kerjasama perdagangan tersebut membebaskan produk-produk dari negara-negara yang ikut serta beredar pada negara lainnya. Indonesia termasuk salahsatu anggota dari ASEAN yang mau tidak mau, siap tidak siap harus mengikuti dan mentaati segala peraturan yang telah disepakati antara kedua belah pihak.

Pada sektor pertanian, kesepakatan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk memacu sektor pertanian agar mampu bersaing dengan produk-produk yang dari luar. Untuk itu salahsatunya dengan menyiapkan tenaga-tenaga penyuluh pertanian yang berkompeten dan profesional guna memotivasi para pelaku utama dan pelaku usaha untuk meningkatan produktivitas dan keunggulan kompetitif agar mampu bersaing dengan produk-produk dari luar.

Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pemerintah dalam memacu peningkatan kualitas dan kuantitas produk-produk pertanian dan saat sekarang ini penyuluh pertanian dituntut memiliki kompetensi yang baik serta berkualitas dalam melaksanakan tugasnya. Kompeten yang berarti seseorang penyuluh pertanian memiliki kecakapan dan kemampuan di dalam bidangnya yang tentunya sesuai dengan jenjang, tingkat dan jabatannya sebagai seorang penyuluh.

Peningkatan kecakapan dan kemampuan tersebut haruslah dilatih secara terus menerus agar seorang penyuluh pertanian memilikinya. Untuk itulah pendidikan dan pelatihan bagi seorang penyuluh menjadi penting untuk pengembangan pengetahuan dan profesionalismenya sebagai seorang penyuluh pertanian yang menjadi ujung tombak pembangunan pertanian di negeri ini.

Peningkatan kompetensi penyuluh dapat dilakukan dengan pendidikan formal dan non formal. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan melakukan praktek kerja lapangan dan uji kompetensi penyuluh pertanian penyelia bagi mahasiswa yang mengikuti pendidikan formal agar mahasiswa memiliki kompetensi yang cukup dalam pelaksanaan tugas nantinya dan tentunya diharapkan mahasiswa tersebut setelah lulus dapat menjalankan perannya sebagai penyuluh pertanian yang handal dan cakap guna membantu pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka mau dan mampu merubah nasibnya.


 

Tujuan

Pelaksanaan praktek kerja lapangan (PKL) III dan uji kompetensi penyuluh pertanian penyelia ini adalah untuk menyiapkan mahasiswa menjadi kader penyuluh pertanian penyelia dengan tujuan agar mahasiswa peserta PKL dan uji kompetensi mampu melakukan kegiatan sebagai berikut :

  1. Mampu merencanakan metode-metode penyuluhan pertanian
  2. Mampu menyusun programa penyuluhan pertanian tingkat kecamatan
  3. Mampu melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian dan penilaian prestasi petani atau kelompoktani
  4. Mampu mengevaluasi kegiatan penyuluhan pertanian tingkat kabupaten atau kecamatan

Manfaat


 

    Kegiatan praktek kerja lapangan dan uji kompetensi penyuluh pertanian penyelia memiliki manfaat yang positif bagi mahasiswa khususnya dan lingkungan masyarakat pada umumnya, diantaranya manfaat tersebut yaitu :

  1. Mahasiswa dapat berlatih untuk meningkatkan kemampuannya dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian
  2. Mahasiswa dapat belajar sekaligus mempraktekkan langsung di lapangan terhadap ilmu yang didapat dan dimiliki selama mengikuti kegiatan perkuliahan di sekolah.
  3. Mahasiswa dapat belajar meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan dan bagaimana bersosialisasi dengan masyarakat dengan baik secara langsung

Mahasiswa dapat belajar dari pengalaman bagaimana menjadi seorang penyuluh pertanian penyelia.

Kompetensi penyuluhan

TINJAUAN PUSTAKA

Penyuluhan

Penyuluhan pertanian merupakan sistem pelayanan yang membantu masyarakat tani melalui proses pendidikan dalam pelaksanaan teknik dan metode berusaha tani untuk meningkatkan produksi agar lebih berhasil dalam upaya meningkatkan pendapatan (Mounder, 1972., Sumardi, 1987. dalam Achmad Suwandi, 2006).

Van Den Ban dan Hawkins (1999), istilah "Penyuluhan" dikenal secara luas dan diterima oleh masyarakat yang bekerja dalam organisasi pemberi jasa penyuluhan, tetapi tidak demikian halnya bagi masyarakat luas.

Addisson H. Mounder (1972) dalam Suriatna (1988), mengartikan penyuluhan pertanian sebagai sistem pelayanan yang membantu masyarakat melalui proses pendidikan dalam pelaksanaan teknis dan metode berusaha tani untuk meningkatkan produksi agar lebih berhasil guna dalam upaya meningkatkan pendapatan.

Penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi petani dan keluarganya serta pelaku usaha pertanian lainnya agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya.

Penyuluhan Pertanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar mereka mampu menolong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi, sosial maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai. (Departemen Pertanian, 2002)

Penyuluh pertanian (Wastuningsih, Sri Peni. 2009) adalah :

  1. SKB Menteri Pertanian dan Menteri Dalam Negeri (1996) : PNS yang diberi tugas melakukan kegiatan penyuluhan pertanian secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi lingkup pertanian.
  2. Rogers : seseorang yang atas nama pemerintah atau lembaga penyuluhan berkewajiban untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sasaran untuk mengadopsi inovasi
  3. Boland : seseorang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan penyuluhan

Penyuluhan Partisipatif

Yang dimaksud dengan "penyuluhan berasaskan partisipatif" yaitu penyelenggaraan penyuluhan yang melibatkan secara aktif pelaku utama dan pelaku usaha dan penyuluh sejak perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi (UUSP3K).

Hal-hal yang berkaitan dengan penyusunan PRA antara lain penyuluhan pertanian, metode, dan teknik penyuluhan seperti demplot, wawancara, anjangsana, pendekatan kelompok dan pendekatan individu. Penyuluh partisipatif merupakan pendekatan penyuluhan dari bawah ke atas (bottom up) untuk memberikan kekuasaan kepada petani agar dapat mandiri, yaitu kekuasaan dalam peran, keahlian, dan sumberdaya untuk mengkaji desanya sehingga tergali potensi yang terkandung, yang dapat diaktualkan, termasuk permasalahan yang ditemukan (Suwandi, 2006).

Metode penyuluhan pertanian partisipaif yaitu masyarakat berpartisipasi secara interaktif, analisis-analisis dibuat secara bersama yang akhirnya membawa kepada suatu rencana tindakan. Partisipasi disini menggunakan proses pembelajaran yang sistematis dan terstruktur melibatkan metode-metode multidisiplin, dalam hal ini kelompok ikut mengontrol keputusan lokal.

Dengan pelatihan metode penyuluhan pertanian partisipatif, para penyuluh pertanian akan termotivasi untuk menggali keberadaan sumber informasi pertanian setempat yang mudah diakses oleh yang memerlukan, baik penyuluh maupun petani. Pekerjaan sehari-hari penyuluh pertanian menjadi bagian dan subyek pelatihan. Pelatihan juga akan mendorong inisiatif positif para penyuluh pertanian dan petani, melalui pendekatan partisipatif untuk mendapatkan solusi permasalahan usahatani di lapangan (BBPP Lembang, 2009).

 

Programa Penyuluhan Pertanian

Programa Penyuluhan pertanian disusun untuk memberikan arahan, pedoman dan alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuhuhan pertanian. Penyusunan programa pertanian memperhatikan prinsip-prinsip keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan. Programa penyuluhan pertanian adalah rencana tertulis yng disusun secara sistematis untuk memberikan arahan dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan.

Programa penyuluhan pertanian merupakan rencana yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Programa penyuluhan pertanian yang disusun setiap tahun memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya dengan memperhatikan siklus anggaran pada masing-masing tingkatan dengan cakupan pengorganisasian, pengelolaan sumberdaya sebagai pelaksanaan penyuluhan (PERMENTAN NO.25 tahun 2009)

Programa penyuluhan pertanian disusun dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan. Keterpaduan mengandung maksud bahwa programa penyuluhan pertanian disusun dengan memperhatikan programa pertanian penyuluhan tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi dan tingkat nasional, dengan berdasarkan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha.

Sedangkan yang dimaksudkan dengan kesinergian yaitu bahwa programa penyuluhan pertanian pada tiap tingkatan mempunyai hubungan yang bersifat saling mendukung. Dengan demikian semua programa penyuluhan pertanian selaras dan tidak bertentangan antara programa penyuluhan pertanian dalam berbagai tingkatan.

Menurut UU No.16 Tahun 2006 tentang SP3K Programa penyuluhan terdiri atas programa penyuluhan desa/ kelurahan atau unit kerja lapangan, programa penyuluhan kecamatan, programa penyuluhan kabupaten /kota, programa penyuluhan nasional. Programa tersebut disusun dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian, Programa penyuluhan pada setiap tigkatan.

Selanjutnya Programa penyuluhan tersebut disahkan oleh Ketua Balai Penyuluhan, Kepala Badan Pelaksana Kabupaten/ Kota ,Ketua Badan Koordinasi Penyuluhan Propinsi, atau Kepala Badan Penyuluhan sesuai dengan tingkatan administrasi pemerintah.

Programa penyuluhan pertanian yang disusun pada hakikatnya meliputi upaya-upaya sebgai berikut:

  1. Pengembangan dan pelestarian sumberdaya alam pertanian seperti manusia, alam dan buatan manusia.
  2. Peningkatan produksi pertanian dengan melaksanakan diverifikasi, intensifikasi, ekstentifikasi dan rehabilitasi melalui perbaikan penerapan teknologi pra panen pasca panen serta rekayasa sosial.
  3. Meningkatkan kesejahteraan patani nelayan melalui peningkatan produktivitas komoditas pertanian yang diusahakan para petani-nelayan.
  4. Peningkatan nilai gizi keluarga petani-nelayan melalui pembinaan organisasi masyarakat seperti wanita tani/nelayan, PKK dan sebagainya.
  5. Pemantapan organisasi dan kemampuan petani-nelayan dalam mencapai kesejahteraan keluarga tani nelayan.
  6. Pengembangan dan penataan peranan petani-nelayan dalam KUD sebagai wahana perekonomian masyarakat pedesaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani-nelayan.

    Penyusunan programa penyuluhan tersebut harus memenuhi syarat yaitu :

  7. Harus terukur
  8. Realistis
  9. Bermamfaat
  10. Dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif
  11. Terpadu
  12. Transparan
  13. Demokrasi, dan
  14. Bertanggung gugat

     

    Unsur-Unsur Programa Penyuluhan

Berdasarkan PERMENTAN No. 25 tahun 2009 tentang penyusunan programa penyuluhan pertanian, unsur-unsur yang harus terdapat di dalam programa adalah sebagai berikut :

  1. Keadaan

Keadaan merupakan fakta yang ditunjukan oleh data yang terdapat pada saat akan disusunnya suatu Programa. Data yang dicatat dari fakta yang menunjukan tentang keadaan yang nyata ada pada saat itu disebut data aktual. Sedangkan jika data yang dicatat merupakan fakta yang menunjukan tentang keadaan yang mungkin dicapai, disebut dengan data potensial.

Keadaan dapat disajikan dalam bentuk bagan, tabel, matrik atau pernyataan tertulis sebagai hasil dari analisa data dan informasi yang telah dikumpulkan dengan menggunakan metode RRA/PRA (dengan teknik PRA), kajian data sekunder, dan teknik-teknik lainya. Sumber data dapat berasal dari Monografi desa, data lapangan, data kebijakan pemerintah, data petani dan keluarganya, data masyarakat, dan lain-lain.

  1. Masalah

Suatu wilayah dikatakan mempunyai masalah kalau ada fakta yang belum memuaskan atau fakta tersebut belum sesuai dengan yang diinginkan. Untuk mengetahui apa masalahnya perlu dianalisis atau diketahui lebih lanjut faktor-faktor apa yang menyebabkan keadaan tersebut tidak memuaskan. Faktor penyebab tersebut ada dua hal yaitu faktor penyebab yang besifat prikalu dan faktor penyebab yang bersifat non prikalu. Didalam programa penyuluhan programa tersebut merupakan programa pembelajaran yang bertujuan merubah prilaku petani yang berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang tejadi karena kehendak mereka sendiri (partisipatif)

  1. Tujuan

Didalam programa penyuluhan pertanian yang dimaksud tujuan yaitu pernyataan penyelesaian masalah atau pennyataan apa yang diinginkan petani. Tujuan ditetapkan berdasarkan masalah yang telah dirumuskan petani dan kelurganya. Tujuan dirumuskan untuk menggambarkan perubahan prilaku petani dan keluargnaya dalam berusahatani.

  1. Cara Mencapai Tujuan

Dalam sebuah programa penyuluhan pertanian yang dimaksud bisa dicapai, dengan mengunakan metode dan teknik yang sesuai dengan masalah dan penyebab masalahnya. Perubahan yang diinginkan, potensi yang dapat mendukung tercapainya tujuan penyuluhan, dan lain-lain.

Menurut Deptan (2001) cara perumusan pencapaian tujuan programa diperkenalkan dengan istilah cara mencapai tujuan yaitu suatu rencana kegiatan yang bentuknya berupa seluas daftar yang berisi hal-hal mengenai masalah khusus, kerja kegiatan, metode, unit, frekuensi atau volume, dan lahan. Dijelaskan dalam hal yang terpenting adalah aspek metode hendaknya harus secepat mungkin ditetapkan. Untuk mencapai tujuan sesuai pendapat Nelsey dan Harke seperti yang disadur oleh Mardikanto (1993), cara mencapai tujuan diperoleh dari perencanaan kerja yang berisikan pertanyaan tentang 4 W + 1 H yaitu :

  1. Apakah yang dilakukan ?(What)
  2. Siapa yang melakukan ? (Who)
  3. Kapan dilakukan ? (When)
  4. Mengapa dilakukan ? (Why)
  5. Bagaimana cara melakukan ? (How)

Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan

Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP) yang sebelumnya dikenal dengan nama Rencana Kerja Penyuluhan Pertanian (RKPP) adalah merupakan rencana kegiatan penyuluhan dalam kurun waktu setahun yang dijabarkan dari programa penyuluhan di pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, atau desa/kelurahan (PERMENTAN No. 25 tahun 2009 tentang pedoman penyusunan programa penyuluhan).

RKTP juga merupakan pernyataan tertulis dari serangkaian kegiatan yang terukur, terealistis, bermanfaat dan dapat dilaksanakan oleh seorang penyuluh di wilayah kerjanya masing-masing pada tahun yang berjalan. RKTP tersebut dituangkan dalam bentuk matriks yang berisikan tujuan, masalah, sasaran, kegiatan/metode, materi volumen, lokasi, waktu, sumber biaya, pelaksana dan penanggung jawab. Bertuk matriks RKTP dapat dilihat pada lampiran 2.

Metode Penyuluhan Pertanian

Metode Penyuluhan Pertanian, dapat diartikan sebagai "Cara-cara penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui media komunikasi oleh penyuluh kepada petani beserta keluarganya".

Pada prinsipnya metode penyuluhan dapat digolongkan sesuai dengan macam-macam pendekatannya (Suriatna, Sumardi, 1987) :

  1. Dilihat dari segi komunikasi

    Metode penyuluhan dapat digolongkan kedalam 2 (dua) golongan yaitu :

    1. Metode-metode yang langsung (direct Communication/face to face Communication)

      dalam hal ini penyuluh langsung berhadapan muka dengan sasaran Umpannya: obrolan ditempat peternakan, dirumah, dibalai desa, di kantor, dalam kursus tani, dalam penyelenggaraan suatu demonstrasi dan lain-lain.

    2. Metode-metode yang tidak langsung (indirect Communication)

          dalam hal ini penyuluh tidak langsung berhadapan secara tatap muka dengan sasaran, tetapi dalam menyampaikan pesannya melalui perantara (media)

  2. Penggolongan berdasarkan pendekatan kepada sasaran.

    Penggolongan ini berdasarkan hubungan jumlah dan penggolongan dari pada sasaran adalah :

    1. Metode Berdasarkan Perorangan

      Dalam hal ini para penyuluh berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan.

      Umpamanya :

      1. Kunjungan ke rumah petani, ataupun petani berkunjung ke rumah penyuluh dan ke kantor.
      2. Surat menyurat secara perorangan.
      3. Demonstrasi.
      4. Belajar perorangan, belajar praktik.
      5. Hubungan telpon
    2. Metode dengan pendekatan kelompok

      Dalam hal ini penyuluh berhubungan dengan kelompok sasaran umpamanya :

      1. Pertemuan (contoh : di rumah, di saung, di balai desa, dan lain-lain.
      2. Perlombaan.
      3. Demonstrasi cara/hasil.
      4. Kursus tani.
      5. Musyawarah/temu lapang/diskusi kelompok/temu karya.
      6. Magang/Karyawisata.
      7. Hari lapangan petani (farm field day).
    3. Metode dengan pendekatan massal.

      Dalam hal ini penyuluh menyampaikan pesannya secara langsung maupun tidak langsung kepada sasaran dengan jumlah banyak secara sekaligus.

      Umpamanya :

      1. Rapat (pertemuan umum)
      2. Siaran pedesaan melalui Radio/TV
      3. Pemuatan film/slide
      4. Penyebaran bahan tulisan : (brosur, leaflet, folder, booklet dan sebagainya)
      5. Pemasangan Foster dan Spanduk
      6. Pertunjukan Kesenian
  3. Penggolongan berdasarkan indera penerima
    1. Metode-metode yang dilakukan dengan jalan memperlihatkan

      Dalam hal ini pesan dilampirkan melalui penglihatan. Umpamanya :

  • Pesan yang tertulis
  • Pesan yang bergambar
  • Pesan yang terproyeksi : seperti film/slide tanpa penjelasan vocal/bisu
  1. metode-metode yang disampaikan melalui pendengaran

    Dalam hal ini pesan diterima oleh sasaran melalui indera pendengaran, umpamanya :

    1. Siaran pedesaan melalui radio/TV
    2. Hubungan telpon
    3. Pidato, ceramah, rapat.
  2. Metode yang disampaikan melalui beberapa macam alat indera secara kombinasi

    Dalam hal ini pesan diterima oleh sasaran bisa melalui pendengaran, penglihatan, diraba, dicium ataupun dikecap secara sekaligus

    1. Demonstrasi
    2. Peragaan dengan penjelasan
    3. Dan lain-lain

Sekolah Lapang

Sekolah lapang adalah proses belajar-mengajarnya seluruhnya dilakukan di lapangan. Hamparan sawah milik petani peserta program disebut hamparan SL, sedangkan hamparan sawah tempat praktek sekolah lapang disebut laboratorium lapang (LL). Sekolah lapang seolah-olah menjadikan petani peserta sebagai murid dan pemandu lapang (PL I atau PL II) sebagai guru. Namun pada sekolah lapang tidak dibedakan antara guru dan murid, karena aspek kekeluargaan lebih diutamakan, sehingga antara guru dan murid saling memberi pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman.

Sekolah lapang merupakan strategi untuk membangun petani mandiri. Petani diharapkan bisa berperan aktif sebagai pelaku, peneliti, pemandu, dan manajer lahan yang ahli. Sekolah lapang adalah metode belajar petani melalui lahan mereka masing-masing. Di lahan tersebut mereka melakukan pengamatan dan kemudian mendiskusikannya tiap hari Senin di rumah kepala pedukuhan setempat (kompas 04-02-2010).

Dari pendapat diatas tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan, yakni sekolah lapang adalah suatu metode penyuluhan yang melibatkan petani secara langsung sebagai pesertanya dan petani peserta adalah petani yang memiliki lahan sebagai hamparan dan laboratorium lapangan untuk proses belajar mengajar.

Anjangsana

Pengertian Anjangsana/ Kunjungan Rumah

Anjangsana/ kunjungan rumah adalah suatu hubungan antara penyuluh dengan petani dan keluarganya di rumah maupun di lahan usahataninya untuk tujuan tertentu. (Suriatna, 1998). Sedangkan definisi menurut Pedoman Umum Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian adalah suatu kunjungan terencana yang dilakukan oleh penyuluh ke rumah/ tempat usaha keluargatani dengan suatu tujuan tertentu.

Tujuan Anjangsana/ Kunjungan Rumah

        Tujuan dari metode ini yaitu untuk berkenalan dan mendapatkan kepercayaan petani, bertukar pikiran, mengajar keterampilan dan menemukan masalah-masalah yang tidak disadari oleh sasaran (Suriatna, 1998).

Maksud Kegiatan Anjangsana/ Kunjungan Rumah

    Pelaksanaan kegiatan anjangsana/ kunjungan rumah mempunyai bermacam-macam maksud yang dikombinasikan diantaranya :

  1. Tanya jawab guna menolong petani
  2. Perkenalan antara petugas penyuluhan dengan petani
  3. Mencari/ mengetahui problematik yang dihadapi petani
  4. Merencanakan suatu demonstrasi
  5. Memeriksa hasil yang sudah dicapai oleh para petani
  6. Menganjurkan kerjasama dan ikut serta dalam usaha-usaha bersama
  7. Membicarakan rencana dan kebijaksanaan penyelenggaraan penyuluh pertanian
  8. Menerangkan suatu cara bertani

Materi Penyuluhan Pertanian

Materi penyuluhan adalah bahan penyuluhan yang akan disampaikan oleh para penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha dalam berbagai bentuk yang

meliputi informasi, teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi, hukum, dan kelestarian lingkungan (UUSP3K)

Materi penyuluhan dibuat berdasarkan kebutuhan dan kepentingan pelaku utama dan pelaku usaha dengan memperhatikan kemanfaatan dan kelestarian sumber daya pertanian, perikanan, dan kehutanan. Materi penyuluhan dalam bentuk teknologi tertentu yang akan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha harus mendapat rekomendasi dari lembaga pemerintah, kecuali teknologi yang bersumber dari pengetahuan tradisional. Lembaga pemerintah pemberi rekomendasi wajib mengeluarkan rekomendasi segera setelah proses pengujian dan administrasi selesai.

Materi Penyuluhan dalam bentuk Leaplet/liptan/selebaran/folder

Didalam praktek setiap penyuluh dapat menggunakan beragam barang cetakan sebagai alat peraga penyuluhan, baik yang berupa gambar, tulisan, atau campuran dari kedunya dengan komposisi yang sama atau salah satu lebih dominan.

  1. Pamplet atau selebaran, yaitu barang cetakan yang berupa selebar kertas bergambar dan atau bertuliskan dan dibagi-bagikan oleh penyuluh secara langsung kepada sasarannya. Disebarkan ke jalan raya (sambil mengendarai mobil,sepeda motor,atau kendaraan lainya), atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau helikopter)

        Alat peraga seperti ini, biasanya dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan minat sasarannya. Meskipun demikian (jika berisi informasi yang lebih lengkap) dapat dimanfaatkan oleh sasaran pada tahapan menilai dan mencoba

  2. Leaplet dan Folder, Seperti halnya dalam pamplet, keduanya merupakan barang –barang cetakan yang juga dibagi-bagikan kepada sasaran penyuluhan. Bedanya adalah :
  • Umumnya dibagikan secara langsung oleh penyuluhnya.
  • Leaplet merupakan selebaran kertas yang dilipat menjadi dua (4 halaman), sedang folder dilipat menjadi tiga (6 halaman) atau lebih.
  • Leaflet dan folder lebih banyak berisikan tulisan dari pada gambarnya.
  • Leaflet dan Folder, terutama ditujukan kepada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan pada tahapan minat, dan mencoba.
  1. Brosur atau booklet, merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan( lebih dominan) yang berbentuk buku kecil setebal 10 – 25 halaman, dan paling banyak 50 halaman. Seperti halnya Leaflet dan folder, booklet juga dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran tetapi pada tahap menilai, mencoba, dan menerapkan.
  2. Placard dan poster, keduanya merupakan barang cetakan dengan ukuran yang relatif besar untuk ditempel di tembok, di pohon, atau direntangkan di pinggir / di tengah jalan.
  3. Flipchart atau peta singkap, adalah sekumpulan poster selebaran, kertas Koran yang digabungkan menjadi satu. Masing-masing berisi pesan terpisah, yang jika digabungkan akan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan yang ingin di smpaikan secara utuh, tergantung isi pesan yang ingin di sampaikan, Flipchart ada yang dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap, pengetahuan, atau keterampilan. Akan tetapi, kerena biasa digunakan dalam petemuan kelompok, alat peraga ini lebih efektif dan efisien untuk disediakan bagi sasaran pada saat tahapan minat, menilai, dan mencoba.
  4. Photo, merupakan salah satu alat peraga yang dimaksud untuk mengenalkan inovasi, atau menunjukan bukti-bukti keberhasilan/ keunggulan satu inovasi yang ditawarkan. Foto ini biasanya dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran pada tahapan sadar, minat, dan menilai.
  5. Flanelgraph, merupakan salah satu peraga berbentuk potongan gambar atau tulisan yang ditempelkan pada papan magnit, dan kain Flanel. Berbeda dengan photo flanegraph terutama digunakan pada pertemuan kelompok untuk mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran pada tahapan minat, menilai, mencoba, dan bahkan dapat pula pada tahapan menerapkan.

    Evaluasi Penyuluhan Pertanian

Evaluasi Adalah kegiatan untuk menilai efektifitas dan efisiensi suatu kegiatan dengan menggunakan indikator-indikator tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi ini dilakukan secara sistematik dan objektif serta terdiri dari evaluasi sebelum kegiatan dimulai, saat kegiatan berlangsung, dan sesudah kegiatan selesai

Evaluasi penyuluhan pertanian merupakan upaya penilaian terhadap suatu kegiatan, melalui pengumpulan dan penganalisisan informasi atau fakta-fakta secara sistematis mengenai perencanaan, pelaksanaan, hasil dan dampak kegiatan tersebut, untuk menilai hasil relevansi, evektivitas dan efisiensi pencapaian hasil kegiatan. (Deptan, 1995)

Penilaian atau evaluasi pada dasarnya adalah mengukur dan menilai perubahan-perubahan tingkah laku yang terjadi. Dengan mengetahui hasil penilaian atau evaluasi, maka pihak yang dievaluasi misalnya kelompok dan anggotanya dapat mengetahui kekuatan dan kelemahannya.

Kelompok dan anggota kelompok tersebut akan mengetahui bahwa model tingkah laku yang diinginkan itu telah meningkat baik setahap atau dua tahap.

Menurut Deptan (1980), bahwa tujuan penilaian kelompoktani adalah :

  1. Untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat kemampuan suatu kelompoktani sehingga kita dapat menetapkan klasifikasi kemampuannya
  2. Bagi aparat pembina/penyuluh dengan diketahuinya hasil penilaian tingkat kemampuan kelompoktani sangat berguna untuk pengambilan langkah-langkah dan tindakan yang tepat dalam pembinaan dan pengembangan kelompoktani
  3. Penilaian tingkat kemampuan kelompoktani sangat bermanfaat bagi proses pertumbuhan dan pengembangan selanjutnya.

Penilaian tersebut akan menghasilkan 4 kelas kelompok, yaitu kelas Pemula, Lanjut, Madya dan Utama. Untuk memberikan kebanggaan terhadap kelompoktani maka perlu dikembangkan tanda pengenal kelas kelompok (Deptan, 1981). Tanda kelas kolompok ini dipegang oleh kelompoktani dan harus diketahui oleh khalayak ramai khususnya masyarakat tani.

Rabu, 03 Februari 2010

JAMU HERBAL TERNAK DAN TANAMAN

Oleh : Iza kurniawi


 

PENDAHULUAN


 

Hambatan utama petani khususnya dalam peningkatan produksi adalah terbatasnya ketersediaan sarana produksi seperti pupuk dan pestisida. Langka dan mahalnya sarana produksi hasil pabrikan sangat membebani petani dalam mengembangkan usahanya. Sebagian petani mengatasi kelangkaan pupuk dengan memanfaatkan pupuk kandang/kompos. Pupuk kandang/kompos tidak serta merta dapat menggantikan pupuk kimia, karena kandungan unsur hara makro dan mikro pupuk kandang/kompos relatif kecil sehingga dibutuhkan dalam jumlah yang besar, agar kebutuhan hara tanaman terpenuhi dan tanaman dapat berproduksi maksimal.

Kompos misalnya, dalam satu hektar lahan dibutuhkan kira-kira 15 ton sampai dengan 20 ton. Akibatnya kerja petani tidak ekonomis karena pengaplikasiannya membutuhkan tenaga yang banyak, sistem pengangkutannya yang sulit, dan respon yang lambat pada tanaman. Jadi, diperlukan teknologi yang dapat memadukan peranan pupuk kimia dengan pupuk organik dan membantu petani dalam memperjuangkan kesejahteraannya. Salah satunya adalah jamu herbal untuk ternak dan tanaman dalam bentuk cair.

Jamu herbal untuk ternak dan tanaman dalam wujud cair sehingga mudah dalam pengaplikasiannya disamping petani dapat membuatnya sendiri. Jamu herbal ternak dan tanaman berbahan organik yang kaya sumber hayati ini, merupakan hasil fermentasi bahan organik seperti : limbah dapur, daun-daunan, hijauan segar, rumput-rumputan maupun buah-buahan yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi manusia. Disamping berfungsi sebagai pupuk, jamu herbal ternak dan tanaman ini juga berfungsi sebagai pestisida nabati ,dan sebagai jamu untuk ternak.

Usaha peternakan yang sangat dikeluhkan petani adalah pertumbuhan bobot badan yang lambat, kesehatan ternak dan bau lingkungan yang tidak sedap. Untuk mengatasinya petani perlu biaya yang tidak sedikit sehingga pendapatannya akan berkurang. Dengan penggunaan jamu herbal ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap produk pabrikan baik untuk pertanian maupun peternakan.


 

KEUNGGULAN JAMU HERBAL TERNAK DAN TANAMAN

Adapun keunggulan Jamu herbal ternak dan tanaman antara lain:

  1. Berbentuk cairan sehingga mudah dalam pengaplikasiannya
  2. Bebas bahan kimia sehingga ramah lingkungan
  3. Aman bagi penggunanya
  4. Murah, mudah dan petani dapat membuatnya sendiri
  5. Multi fungsi (pupuk, pestisida, perangsang tumbuh, dan jamu ternak)

CARA PEMBUATAN JAMU HERBAL TERNAK DAN TANAMAN

  • Alat dan bahan
  1. Dekomposer (terbuat dari plastik bekas cat)
  2. Handsprayer ukuran 1 lt
  3. Pisau atau parang
  4. Bioaktivator Semai Mikrobia
  5. Limbah dapur, hijauan segar, daun-daunan, rumput-rumputan
  6. Air secukupnya
  • Cara Pembuatan
  1. Memasukkan larutan bioaktivator dan air dengan perbandingan 10 cc/ liter air kedalam Handspayer.
  2. Memotong/mencacah bahan limbah dapur, hijauan segar, daun-daunan, rumput- rumputan dengan ukuran 2-3 cm dengan pisau atau parang untuk memudahkan penguraian bahan.
  3. Memasukkan bahan yang telah dipotong/dicacah ke dalam dekomposer lalu dilakukan penyemprotan dengan larutan bioaktivator secara merata. Lakukan berulang-ulang sampai dekomposer penuh, selanjutnya dekomposer ditutup rapat-rapat sehingga udara ataupun mikrobia pengganggu tidak dapat masuk.
  4. Setelah 2 minggu cairan dalam dekomposer sudah bisa diambil yaitu dengan cara membuka kran yang ada di dekomposer dan siap digunakan.

Penggunaan dan Manfaat Jamu Herbal Ternak dan Tanaman

Pertanian/Perkebunan

Pengolahan Tanah : Semprotkan 10 cc-15 cc/liter air pada tanah yang sudah dibajak dan ditabur kompos/pupuk kandang.

Perawatan hingga panen : Semprotkan 10 cc-15 cc/liter air ulangi 1-2 minggu sekali, untuk tanaman tahunan ulangi setiap 1 bulan sekali.

Manfaat :

  • Memperbaiki lingkungan fisik, kimia dan biologis serta menekan pertumbuhan hama dan penyakit dalam tanah.
  • Meningkatkan manfaat bahan organik dalam tanah sebagai pupuk.
  • Berfungsi sebagai pupuk organik cair.
  • Berfungsi sebagai pestisida nabati karena bau yang tidak disukai hama tanaman.
  • Untuk tanaman tahunan dapat mempercepat pertumbuhan tunas baru dan mempercepat pertumbuhan akar pada waktu mencangkok.

Peternakan

Kesehatan Ternak : Campurkan pada air minum ternak sapi dengan dosis 10 cc per hari.

Limbah Ternak : Semprotkan 10 cc -15 cc/liter air pada seluruh bagian kandang dan pada kotoran ternak.

Manfaat :

  • Mengoptimalkan daya kerja bakteri dalam rumen, sehingga pakan dapat terserap maksimal, pertumbuhan harian optimal, kotoran lebih kering, tidak berbau, bersifat dingin apabila langsung diberikan pada tanaman tidak akan mati.
  • Nafsu makan meningkat sehingga pertumbuhan ternak meningkat.
  • Mengoptimalkan kesehatan ternak.
  • Postur hewan baik, bulu mengkilat dan mata jernih tidak berair.
  • Kotoran kering, tidak berbau sehingga populasi lalat dalam kandang berkurang.


     

Pembuatan Pupuk Bokasi

Jamu herbal ternak dan tanaman juga bisa berfungsi sebagai pengganti EM4 dalam pembuatan pupuk bokasi.


 

    Untuk mengetahui manfaat suatu produk diperlukan suatu pengujian kemanjuran (efikasi). Pengujian jamu herbal ternak dan tanaman dilakukan secara sederhana yang dikerjakan oleh petani. Betapa besar kegunaan jamu herbal ternak dan tanaman, selain aman, dan ramah lingkungan juga murah. Oleh karena itu peran penyuluh sangat diharapkan terutama dalam mensosialisasikan jamu herbal ternak dan tanaman yang sudah diuji khasiatnya oleh beberapa petani. Disamping itu juga tetap mendorong para petani untuk menggunakannya serta terus mengajak untuk menggali inovasi teknologi baru, baik yang didapat dari hasil percobaannya sendiri maupun yang berasal dari sumber-sumber lain.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Minggu, 24 Januari 2010

JAMU HERBAL TERNAK DAN TANAMAN

Oleh : Iza kurniawi


 

PENDAHULUAN


 

Hambatan utama petani khususnya dalam peningkatan produksi adalah terbatasnya ketersediaan sarana produksi seperti pupuk dan pestisida. Langka dan mahalnya sarana produksi hasil pabrikan sangat membebani petani dalam mengembangkan usahanya. Sebagian petani mengatasi kelangkaan pupuk dengan memanfaatkan pupuk kandang/kompos. Pupuk kandang/kompos tidak serta merta dapat menggantikan pupuk kimia, karena kandungan unsur hara makro dan mikro pupuk kandang/kompos relatif kecil sehingga dibutuhkan dalam jumlah yang besar, agar kebutuhan hara tanaman terpenuhi dan tanaman dapat berproduksi maksimal.

Kompos misalnya, dalam satu hektar lahan dibutuhkan kira-kira 15 ton sampai dengan 20 ton. Akibatnya kerja petani tidak ekonomis karena pengaplikasiannya membutuhkan tenaga yang banyak, sistem pengangkutannya yang sulit, dan respon yang lambat pada tanaman. Jadi, diperlukan teknologi yang dapat memadukan peranan pupuk kimia dengan pupuk organik dan membantu petani dalam memperjuangkan kesejahteraannya. Salah satunya adalah jamu herbal untuk ternak dan tanaman dalam bentuk cair.

Jamu herbal untuk ternak dan tanaman dalam wujud cair sehingga mudah dalam pengaplikasiannya disamping petani dapat membuatnya sendiri. Jamu herbal ternak dan tanaman berbahan organik yang kaya sumber hayati ini, merupakan hasil fermentasi bahan organik seperti : limbah dapur, daun-daunan, hijauan segar, rumput-rumputan maupun buah-buahan yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi manusia. Disamping berfungsi sebagai pupuk, jamu herbal ternak dan tanaman ini juga berfungsi sebagai pestisida nabati ,dan sebagai jamu untuk ternak.

Usaha peternakan yang sangat dikeluhkan petani adalah pertumbuhan bobot badan yang lambat, kesehatan ternak dan bau lingkungan yang tidak sedap. Untuk mengatasinya petani perlu biaya yang tidak sedikit sehingga pendapatannya akan berkurang. Dengan penggunaan jamu herbal ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap produk pabrikan baik untuk pertanian maupun peternakan.


 

KEUNGGULAN JAMU HERBAL TERNAK DAN TANAMAN

Adapun keunggulan Jamu herbal ternak dan tanaman antara lain:

  1. Berbentuk cairan sehingga mudah dalam pengaplikasiannya
  2. Bebas bahan kimia sehingga ramah lingkungan
  3. Aman bagi penggunanya
  4. Murah, mudah dan petani dapat membuatnya sendiri
  5. Multi fungsi (pupuk, pestisida, perangsang tumbuh, dan jamu ternak)

CARA PEMBUATAN JAMU HERBAL TERNAK DAN TANAMAN

  • Alat dan bahan
  1. Dekomposer (terbuat dari plastik bekas cat)
  2. Handsprayer ukuran 1 lt
  3. Pisau atau parang
  4. Bioaktivator Semai Mikrobia
  5. Limbah dapur, hijauan segar, daun-daunan, rumput-rumputan
  6. Air secukupnya
  • Cara Pembuatan
  1. Memasukkan larutan bioaktivator dan air dengan perbandingan 10 cc/ liter air kedalam Handspayer.
  2. Memotong/mencacah bahan limbah dapur, hijauan segar, daun-daunan, rumput- rumputan dengan ukuran 2-3 cm dengan pisau atau parang untuk memudahkan penguraian bahan.
  3. Memasukkan bahan yang telah dipotong/dicacah ke dalam dekomposer lalu dilakukan penyemprotan dengan larutan bioaktivator secara merata. Lakukan berulang-ulang sampai dekomposer penuh, selanjutnya dekomposer ditutup rapat-rapat sehingga udara ataupun mikrobia pengganggu tidak dapat masuk.
  4. Setelah 2 minggu cairan dalam dekomposer sudah bisa diambil yaitu dengan cara membuka kran yang ada di dekomposer dan siap digunakan.

Penggunaan dan Manfaat Jamu Herbal Ternak dan Tanaman

Pertanian/Perkebunan

Pengolahan Tanah : Semprotkan 10 cc-15 cc/liter air pada tanah yang sudah dibajak dan ditabur kompos/pupuk kandang.

Perawatan hingga panen : Semprotkan 10 cc-15 cc/liter air ulangi 1-2 minggu sekali, untuk tanaman tahunan ulangi setiap 1 bulan sekali.

Manfaat :

  • Memperbaiki lingkungan fisik, kimia dan biologis serta menekan pertumbuhan hama dan penyakit dalam tanah.
  • Meningkatkan manfaat bahan organik dalam tanah sebagai pupuk.
  • Berfungsi sebagai pupuk organik cair.
  • Berfungsi sebagai pestisida nabati karena bau yang tidak disukai hama tanaman.
  • Untuk tanaman tahunan dapat mempercepat pertumbuhan tunas baru dan mempercepat pertumbuhan akar pada waktu mencangkok.

Peternakan

Kesehatan Ternak : Campurkan pada air minum ternak sapi dengan dosis 10 cc per hari.

Limbah Ternak : Semprotkan 10 cc -15 cc/liter air pada seluruh bagian kandang dan pada kotoran ternak.

Manfaat :

  • Mengoptimalkan daya kerja bakteri dalam rumen, sehingga pakan dapat terserap maksimal, pertumbuhan harian optimal, kotoran lebih kering, tidak berbau, bersifat dingin apabila langsung diberikan pada tanaman tidak akan mati.
  • Nafsu makan meningkat sehingga pertumbuhan ternak meningkat.
  • Mengoptimalkan kesehatan ternak.
  • Postur hewan baik, bulu mengkilat dan mata jernih tidak berair.
  • Kotoran kering, tidak berbau sehingga populasi lalat dalam kandang berkurang.


     

Pembuatan Pupuk Bokasi

Jamu herbal ternak dan tanaman juga bisa berfungsi sebagai pengganti EM4 dalam pembuatan pupuk bokasi.


 

    Untuk mengetahui manfaat suatu produk diperlukan suatu pengujian kemanjuran (efikasi). Pengujian jamu herbal ternak dan tanaman dilakukan secara sederhana yang dikerjakan oleh petani. Betapa besar kegunaan jamu herbal ternak dan tanaman, selain aman, dan ramah lingkungan juga murah. Oleh karena itu peran penyuluh sangat diharapkan terutama dalam mensosialisasikan jamu herbal ternak dan tanaman yang sudah diuji khasiatnya oleh beberapa petani. Disamping itu juga tetap mendorong para petani untuk menggunakannya serta terus mengajak untuk menggali inovasi teknologi baru, baik yang didapat dari hasil percobaannya sendiri maupun yang berasal dari sumber-sumber lain.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Senin, 04 Januari 2010

Manfaat Pekarangan Rumah

Oleh ; Iza Kurniawi (www.cekzaislami.blogspot.com)

Menyulap Pekarangan Menjadi Duit

Benarkah pekarangan kita dapat menghasilkan duit? Pertanyaan itu jawabannya tentu YA! Mari kita perhatikan disekeliling rumah kita secara seksama dan mulailah berimajinasi untuk mendatangkan rizki darinya.

Pekarangan memang bagian dari rumah sebagian besar penduduk di Indonesia, kecuali mereka yang mendiami rumah petak atau yang kos tentu tidak memiliki pekarangan, hal ini dikarenakan pekarangannya milik si tuan rumah!he…hee…Cuma becanda!

Singkat ceritanya lalu bagaimana memanfaatkan pekarangan untuk hasilkan Rupiah? Ehm..sudah tidak sabar ya? Baiklah langsung saja kiat mulai memanfaatkannya buat jadi kaya, berikut ini beberapa tips pemanfaatan pekarangan rumah kita:

  • Rencanakan apa yang akan kita usahakan untuk mendatangkan tamu kita yakni si duit
  • Singkirkan barang yang tidak mendukung dari pekarangan;
  • Mulailah menata pekarangan kita biar lebih enak di lihat dan leluasa dalam menjalankan bisnis kita nantinya
  • Mulailah dari usaha yang sesuai dengan hobby kita terlebih dahulu

Efisiennya Pemanfaatan pekarangan ini dilakukan dengan mengaktifkan berbagai macam usaha yang sesuai dengan kita,

  • bagi yang hobby pertanian misalnya lakukan dengan menanam berbagai jenis tanaman hias, dengan menjual tanaman yang kita usahakan tentunya akan mendapatkan keuntungan yang memadai;
  • hobi montir, kenapa tidak membuka usaha bengkel kecil-kecilan di pekarangan kita? bukankah hal itu bias mendapatkan uang?;
  • anda mempunyai hobby music dan chating misalnya, sulaplah pekarangan menjadi sebuah pondok kecil yang menjual berbagai caset,cd,dvd dan lain sebagainya serta buka usaha warnet secara kecil-kecilan
  • hobby anda dagang? Nah yang ini lebih mantap lagi, mulailah membuka warung kecil-kecilan dan lakukan usaha dengan sepenuh hati.

Desaign Pekarangan

Perlu diperhatikan dan sangat penting dalam berusaha di pekarangan yakni settinglah pekarangan anda seindah mungkin sehingga selain untuk mendatangkan duit, juga dapat menentramkan hati serta menyegarkan pikiran bila di pandang! Aturlah tata letaknya sedemikian rupa sehingga dapat memikat hati apabila dilihat. Nah selamat mencoba ya!

Diatas merupakan hanya sekelumit contoh untuk menyulap pekarangan anda menjadi duit, anda bias saja berimprovisasi lebih lagi, saya yakin anda dapat melakukannya dan saya juga sangat seyakin-yakinnya bahwa anda dapat melaksanakannya lebih mantap!

Tips ini bukanlah satu-satunya referensi anda, masih banyak tips-tips yang lebih baik dari ini, namun demikian semoga tips ini bermanfaat, Amin (iza/dari berbagai sumber).

Wassalam, Iza kurniawi/ WWW.cekzaislami.blogspot.com @mail; cekzaislami@gmail.com, cekzaislami@yahoo.co.id, cekzaislami@windowslive.com

©Copyright 2010

Cerita Lucu/ Kisah Lucu

Cerita ngakak, cerita komedi, kisah aneh

Monyet dan Tarzan

Hutan belantara yang lebat dihuni oleh segala jenis hewan dan binatang dimana binatang ceritanya pandai ngomong. Di hutan tersebut terdapatlah seorang manusia bernama Tarzan. Suatu hari Tarzan bercakap dan bermain dengan teman-temannya, yakni ada 7 ekor monyet, disela-sela mereka bermain terjadilah dialog antara monyet dan Tarzan:

Monyet ; Tarzan kenapa kamu pakai tutup segala sedangkan kami semuanya tidak

Tarzan ; ini rahasia, kalian tidak boleh tahu

Monyet ; apasih yang kamu rahasiakan?

Tarzan ; e…e….pokoknya rahasialah, lo mau tau aja…..

Jawaban cuma rahasia terus hingga membuat monyet enggan melanjutkan pertanyaannya.

Suatu ketika monyet yang penasaran tersebut mengajak teman-temannya untuk mengintip Tarzan yang lagi mandi di sungai, dan kebetulan Tarzan sedang mandi. Ketika mandi Tarzan membuka semua pakaian penutupnya agar tidak basah.

Sambil tersenyum geli para monyet yang mengintip tersebut berujar"oh pantasan Tarzan merahasiakannya, rupanya dia memiliki ekor di depan! Udahlah kecil, bulat, hitam pendek lagi…"!he….he….monyet tertawa beramai-ramai!

Daunnya rontok

Amir dan rekan-rekannya ditugaskan pekerjaan rumah untuk menggambar pohon lengkap dari akarnya hingga ujung daunnya oleh guru biologi. Tetapi apa yang terjadi ketika pelajaran biologi minggu berikutnya, saat gurunya meminta tugas yang diberikan untuk dikumpul, Amir baru ingat bahwa dia belum mengerjakannya, spontan saja dia menggambar seadanya dan belum selesai dia memberikan daun pada gambarnya pekerjaannya keburu diambil dan dikumpul oleh ketua kelas.

Guru biologi menyuruh satu-persatu murid-murid dikelas tersebut menjelaskan gambar yang dibuatnya, ketika sampai giliran Amir teman-temannya pada senyum semua melihat gambar yang dibuat Amir tidak memiliki daun yang lengkap. Lalu gurunya bertanya pada Amir;

Guru ; Amir coba kamu jelaskan gambar yang dilukis!

Amir ; emm…emmm…(tanpa keluar kata-kata dari mulutnya)

Guru ; mengapa kamu lukis pohonnya tidak lengkap?

Amir ; waktu dirumah saya melukisnya sangat lengkap Pak! Tapi dalam perjalanan kemari saya berpapasan dengan Buskota dan gambar saya ikut melayang!

Guru ; lalu?

Amir ; ternyata ketika saya buka di kelas tadi, saya jadi ikut terkejut rupanya daun-daun yang ada di lukisan saya ikut melayang tertiup angin!

Sontak saja dalam kelas menjadi riuh oleh tertawa temannya ketika mendengar penjelasan Amir.

Iza Kurniawi©2010

www.Cekzaislami.blogspot.com, email; cekzaislami@gmail.com, cekzaislami@yahoo.co.id, cekzaislami@windowslive.com